Untuk menciptakan tes darah, para peneliti mengidentifikasi 26 tanda biologis yang potensial untuk depresi. Kemudian, mereka menguji penanda tersebut pada sebuah kelompok kecil remaja. Mereka menemukan penanda tersebut dapat membedakan antara remaja yang mengalami depresi berat dengan yang tidak memiliki depresi.
"Rasanya tes darah akan menjadi alat deteksi yang lebih akurat untuk depresi. Kini, 26 penanda tersebut diujikan dalam kelompok yang lebih besar," Ucap Eva Redei, profesor psikiatri yang juga anggota peneliti.
![]() |
| Ilustrasi Depresi ( Foto @timothywibowo.com ) |
Saat ini, untuk menentukan seseorang mengalami depresi, diagnosis masih bersifat subjektif dan dilakukan dengan cara dokter berbicara dengan pasien mengenai mood mereka. Evaluasi biasanya akan menjadi tricky, terutama pada remaja. Banyak remaja yang melalui masa tersebut dengan penuh depresi.
Keberadaan diagnosis yang sifatnya objektif akan membuat diagnosis depresi pada remaja lebih mudah didengar dan kemudian dicari jalan keluarnya. Menurut para peneliti, 17 hingga 25 persen remaja dan dewasa muda mengalami depresi.
Remaja yang mengalami depresi memiliki prognosis lebih buruk. Akibat depresi, mereka mudah jatuh sakit, menggunakan narkoba dan memiliki kecenderungan bunuh diri. Semua kecenderungan itu tidak terjadi pada mereka yang mengalami depresi di usia yang lebih dewasa.
BELUM ADA PENANDA BIOLOGIS
Penelitian melibatkan 28 remaja di sekitar Chicago. Setengah dari mereka mengalami stres berat. Penelitian membandingkan kadar 26 penanda potensial pada sampel darah para remaja tersebut. Mereka menemukan bahwa 11 dari penanda muncul, dalam kadar tinggi ataupun rendah, di sampel darah remaja yang mengalami depresi.
Sebagai tambahan, mereka juga menemukan 18 penanda bisa secara akyrat memprediksi apakah remaha yang mengalami depresi nantinya akan mengalami kelainan kecemasan ( anxiety disorder ). Penelitian dalam skala kecil itu menjadi dasar apakah 26 penanda tersebut akan juga akurat jika penelitian diaplikasikan dalam kelompok yang lebih besar.
"Studi yang lebih besar akan mengungkapkan lebih banyak tentang pentingnya penanda tersebut," ucap Dr. Sheldon Preskorn, profesor psikiatri di University of Kansas School of Medicine-Wichita.
Selain itu, hingga kini belum ada penanda biologis yang dapat digunakan untuk mendiagnosis depresi untuk semua kelompok usia. Saat ini kelompok penelitiNorthwestern juga sedang menguji penanda biologis pada orang dewasa.
Walau belum ada hasil yang bisa dilaporkan, Redei yakin bahwa beberapa penanda akan bisa membantu mendiagnosis depresi pada orang dewasa.


