Kebanyakan Kista pada Indung Telur tidak menunjukkan gejala. Karena itu, seringkali mereka pun tak terdeteksi. Berulang kali kista indung telur diketahui secara tidak sengaja, Misalnya ketika seseorang melakukan pemeriksaan panggul atau melalui tes ultrasonografi untuk pemeriksaan yang lain yang tidak berhubungan dengan indung telur.
Jika ANda mengalami gejala yang bisa saja disebabkan kista indung telur, dokter akan merekomendasikan Anda untuk pergi ke dokter ahli kandungan. Dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan melalui salah satu cara berikut :
USG ( Ultrasonografi )
Biasanya dilakukan dengan memeriksa melalui bagian luar perut. Hasil yang diperoleh adalah ukuran dan struktur indung telur. Kista pun akan terlihat jika memang ada.
![]() |
| Ilustrasi Seorang Penderita Kista Indung Telur ( Foto @beritagar.id ) |
USG Endovaginal
Tes jenis ini adalah bentuk USG khusus untuk memeriksa organ panggul dan yang terbaik untuk mendeteksi adanya kista di dalam indung telur. Adanya kista dapat dilihat dari gambar yang diperoleh dari USG.
Prosedur ini tidak menyakitkan. Sebuah alat mirip tongkat kecil ditempatkan di vagina dan pemeriksa akan mengarahkannya ke rahim dan indung telur. Hasil dari USG akan lebih bagus daripada scan melalui dinding perut karena tongkat tersebut letaknya lebih dekat ke indung telur.
Melalui pemeriksaan USG tersebut, struktur bagian dalam kista dapat diketahui sebagai sederhana ( hanya berisi cairan ), kompleks ( cairan bercampur dengan materi padat ), atau benar - benar padat ( tidak terdapat cairan ).
Pencitraan Dengan Cara Lain
Contohnya dengan bantuan CT Scan akan diperoleh hasil lebih lanjut dari kondisi kista tersebut. Demikian pula dengan MRI.
Laparoskopi
Melalui prosedur ini, ahli bedah membuat irisan kecil melalui teropong kecil ( laparoscope ) yang dimasukkan ke dalam perut. Ahli bedah akan mengidentifikasi kista melalui teropong tersebut akan tindak selanjutnya bisa jadi mengangkat kista tersebut atau hanya dilakukan biopsi.
Analisis Serum CA-125
Tes darah ini akan memeriksa adanya substansi yang disebut CA-125, yang berhubungan dengan kanker indung telur ( CA singkatan cancer antigen ). Analisa tersebut dipakai untuk memeriksa adanya kanker pada lapisan dinding indung telur dan bisa membantu jika ada kista, apakah kista tersebut jinak atau berpotensi menjadi kanker.
Kadang kondisi jinak, seperti endometriosis, bisa menghasilkan kadar CA-125 yang tinggi di darah. Jadi, tes tidak secara positif mendeteksi apakah ada kanker pada indung telur.
Kadar Hormon
Hormon yang diperiksa adalah LH (luteinizing hormone), FSH (folliclestimulating hormone), estradiol, dan testosteron.
Tes Kehamilan
Perawatan untuk kista indung telur berbeda antara ibu hamil dengan kista yang terdapat pada perempuan yang sedang tidak hamil. Kehamilan di luar kandungan tidak masuk hitungan. Sebab beberapa gejala hamil di luar kandungan mungkin sama dengan gejala kista indung telur.
Culdocentesis
Cara tes ini adalah mengambil sampel cairan dari panggul dengan jarum yang dimasukkan ke dalam dinding vagina, di belakang leher rahim.
MENGANGKAT KISTA
Bedah Laparoskopi
Ahli bedah membuat irisan kecil perut agar sebuah teropong kecil bernama laparoscope bisa dimasukkan. Dengan alat itu juga, tindakan dapat dilakukan, misalnya mengangkat kista secara total.
Laparotomi
Bedah ini lebih besar kategorinya dari laparoskopi. Irisan dilakukan menembus dinding perut untuk mengambil kista.
Bedah Untuk Ovarian Torsion
Kista indung telur kemungkinan akan bergerak memutar dan itu menyebabkan rasa sakit luar biasa di area perut, disertai rasa mual dan ingin muntah. Ini adalah keadaan darurat bahwa pembedahan sangat dibutuhkan.


